yang bukan termasuk penerimaan negara dalam apbn adalah?






Most orang mungkin sudah familiar dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang merupakan dokumen perencanaan keuangan pemerintah Indonesia setiap tahunnya. Dalam APBN, terdapat berbagai jenis penerimaan negara yang menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah. Namun, tidak semua pendapatan masuk ke dalam kategori penerimaan negara dalam APBN.

Beberapa jenis pendapatan yang bukan termasuk sebagai penerimaan negara dalam APBN antara lain adalah pendapatan dalam negeri yang dimiliki oleh dunia usaha swasta, pendapatan dari badan usaha milik negara (BUMN) yang bersifat komersial, serta hibah dan sumbangan yang diterima oleh pemerintah.

Pendapatan dalam negeri yang dimiliki oleh dunia usaha swasta seperti perusahaan swasta, koperasi, dan lain sebagainya tidak termasuk sebagai penerimaan negara dalam APBN karena pendapatan tersebut bukanlah milik pemerintah secara langsung. Begitu juga dengan pendapatan yang diperoleh dari BUMN yang bersifat komersial, pendapatan tersebut dimiliki oleh BUMN tersebut dan bukan dimasukkan ke dalam penerimaan negara.

Selain itu, hibah dan sumbangan yang diterima oleh pemerintah juga tidak termasuk sebagai penerimaan negara dalam APBN. Hibah dan sumbangan bersifat sukarela dan diberikan kepada pemerintah baik oleh pihak domestik maupun luar negeri untuk tujuan-tujuan tertentu seperti pengentasan kemiskinan, penanggulangan bencana, dan lain sebagainya. Pendapatan ini digunakan oleh pemerintah sesuai dengan tujuan hibah atau sumbangan tersebut dan tidak digunakan sebagai penerimaan negara dalam APBN.

Dengan demikian, pemahaman mengenai apa yang bukan termasuk sebagai penerimaan negara dalam APBN penting untuk mengetahui sumber pendapatan pemerintah yang benar-benar dianggarkan dalam dokumen APBN setiap tahunnya.