Diferensiasi Sosial

Pengertian Diferensiasi Sosial

Sadarkah kamu bahwa masyarakat kita selalu terdiri dari individu-individu dengan latar belakang berbeda? Sejak kecil kita pasti pernah merasa bahwa teman-teman kita di sekolah ada yang berbeda dari kita. Sejak kecil pula kita diperkenalkan dengan motto bangsa kita, “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.

Dalam Sosiologi, perbedaan dalam masyarakat merujuk pada konsep diferensiasi sosial. Kata “diferensiasi” mengacu pada “keragaman”.

Secara lebih rinci, diferensiasi sosial diartikan sebagai pengelompokan masyarakat secara horizontal.  Kata horizontal menjadi sangat penting dalam mendefinisikan diferensiasi sosial karena pada dasarnya dalam suatu perbedaan dan keragaman kita tidak mengenal adanya tingkatan. Pada prinsipnya, tidak ada kelompok yang lebih unggul atau lebih rendah, semua kelompok berada dalam posisi setara pada level yang sama.

Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:
Masyarakat Multikultural
Modernisasi
contoh diferensiasi sosial

Sumber gambar: clipart-library.com

Ciri-ciri Diferensiasi Sosial

Perlu diketahui bahwa dalam konsep diferensiasi sosial mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ciri Fisik \rightarrow merupakan ciri yang berhubungan dengan ras, terlihat dari warna kulit, warna mata, bentuk rambut, bentuk hidung, dan lain sebagainya. Tiap-tiap ciri fisik manusia memiliki kekhasan serta keunikannya masing-masing yang menjadi pembeda satu sama lain, maka dari itu kita tidak bisa bilang bahwa ras tertentu lebih baik daripada ras lainnya.
  2. Ciri Sosial \rightarrow merupakan ciri yang berhubungan dengan fungsi individu dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsi yang dimaksud berkaitan dengan profesi/pekerjaan. Segala jenis pekerjaan yang dipilih individu memiliki fungsinya masing-masing. Setiap orang memiliki keahlian, bakat dan minatnya masing-masing, untuk itu ia berhak memilih pekerjaan apa saja yang ingin dilakukannya. Kita tidak bisa bilang bahwa profesi tertentu paling baik daripada yang lainnya.
  3. Ciri Budaya \rightarrow merupakan ciri yang berhubungan dengan kebudayaan dan adat istiadat masyarakat. Tiap-tiap kebudayaan sudah pasti memiliki keindahan dan keunikannya masing-masing yang tidak dapat dibandingkan.

Bentuk dan Contoh Diferensiasi Sosial

Terdapat enam bentuk diferensasi sosial yang akan akan dijelaskan lebih rinci, yaitu sebagai berikut:

  1. Jenis Kelamin

Jenis kelamin tergolong sebagai bentuk diferensiasi sosial karena jenis kelamin tidak dapat menunjukkan perbedaan tingkatan. Laki-laki dan perempuan posisinya horizontal atau setara. Jika laki-laki dapat melakukan pekerjaan berat dan dianggap lebih kuat sedangkan wanita tidak, hal tersebut tidak serta merta menunjukkan bahwa laki-laki lebih unggul daripada perempuan. Kondisi tersebut semata-mata merupakan kecenderungan alamiah yang ada pada masing-masing diri laki-laki dan perempuan.

  1. Klan

Klan diartikan sebagai suatu satuan sosial yang para anggotanya memiliki hubungan kekerabatan. Para anggota klan didasari atas hubungan darah atau garis keturunan (geneologis).  Kelompok kekerabatan berdasarkan garis keturunan pihak Ibu dikenal dengan sebutan matrilineal, sedangkan dari pihak Bapak dikenal dengan sebutan patrilineal. Contoh Klan dapat kita temui pada masyarakat Batak yang menerapkan sistem marga, beberapa diantaranya seperti marga Simanjuntak, Harahap, Nasution, dsb.

  1. Suku Bangsa

Suku bangsa terbentuk pada dasar kesadaran individu yang ditandai dengan adanya kesatuan karakteristik, pola perilaku, asal usul, adat istiadat, serta kebudayaan. Tiap-tiap suku bangsa yang sangat banyak jumlahnya di Indonesia memiliki persamaan derajat, harkat dan martabat yang dijamin oleh konstitusi hukum Indonesia.

  1. Ras

Setiap manusia yang terlahir dari orang tua berlatang belakang ras tertentu akan memiliki ciri-ciri fisik tertentu yang sifatnya khas. Karena setiap individu adalah unik maka kita tidak bisa berkata bahwa ras tertentu lebih baik dari ras lainnya karena itu merupakan perbuatan diskriminatif. Terdapat beberapa macam ras, yaitu:

  • Ras Australoid = memiliki ciri khas tubuh sedang, rambut keriting, mata hitam, bibir tebal, kulit hitam, dsb.
  • Ras Mongoloid = memiliki ciri khas rambut lurus, mata sipit, kulit kuning, bibir tipis, dsb.
  • Ras Caucasoid = merupakan ciri khas yang dimiliki oleh penduduk asli wilayah Eropa dan Asia Utara.
  • Ras Negroid = merupakan penduduk asli wilayah Afrika dan sebagian wilayah Asia.
  1. Agama

Dalam setiap masyarakat, agama memiliki fungsi sebagai pedoman kehidupan manusia. Agama-agama tidak memiliki tingkatan (posisi sejajar/horizontal). Ketika seorang individu memilih agama tertentu itu berarti dia meyakini apa yang dia anggap benar, oleh karenanya agama tidak  dapat dibandingkan. Semua ajaran agama mengatur mengajarkan kebaikan, mengatur hubungan yang baik antar sesama manusia serta hubungan antara manusia dengan Tuhan. Seperti yang kita ketahui agama yang diakui di Indonesia ada enam macam: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan masih ada sistem kepercayaan tradisional lainnya.

  1. Profesi

Tiap-tiap profesi yang ada dalam masyarakat memiliki fungsinya masing-masing. Adapun karena profesi merupakan suatu kegiatan yang membutuhkan keahlian khusus maka dari itu tiap-tiap profesi tidak dapat dibandingkan. Antara satu profesi dengan profesi yang lainnya berjasa bagi kehidupan bermasyarakat.

Pengaruh dan Dampak Diferensiasi Sosial pada Kehidupan Bermasyarakat

Pada dasarnya diferensiasi sosial merupakan fenomena yang lumrah terjadi dalam setiap masyarakat di dunia. Keragaman akan selalu kita jumpai dimanapun kita berada karena pada dasarnya tiap individu adalalah makhluk yang unik. Diferensiasi hanya sekedar berfungsi sebagai pembeda, bukan untuk menunjukkan mana yang lebih baik daripada yang lainnya.

Secara lebih rinci, berikut merupakan beberapa dampak yang ditimbulkan adanya diferensiasi sosial, diantaranya seperti:

  • Munculnya primordialisme, yaitu anggapan yang dimiliki individu bahwa kelompoknya adalah yang paling unggul daripada yang lainnya.
  • Munculnya ehnosentrisme, yaitu anggapan individu yang meyakini bahwa suku bangsanya lebih baik daripada suku bangsa lainnya.
  • Munculnya prasangka terhadap individu yang berbeda dari kita.
  • Munculnya sikap-sikap diskriminatif terhadap kelompok-kelompok minoritas.

Kontributor: Sabrina Burhanudin, S.Sos.
Alumni Sosiologi FISIP UI