Nilai Sosial

Pengertian Nilai Sosial

Nilai sosial merupakan standar yang memuat seperangkat perilaku dan berfungsi sebagai pedoman individu dalam hidup bermasyarakat. Nilai sosial mencakup hal-hal yang yang dianggap baik dan penting dalam mendorong tercapainya tujuan dari suatu masyarakat. Nilai sosial sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat berperan dalam mempertegas batasan mengenai baik dan buruknya suatu perilaku serta hal yang dianggap pantas dan tidak pantas.

Nilai sosial antara masyarakat satu dengan yang lainnya dapat berbeda-beda. Setiap masyarakat memiliki ciri khas nilai sosialnya tersendiri yang kemudian membentuk suatu identitas masyarakat yang khas. Contohnya, sebagai bangsa Indonesia kita berpegang teguh pada nilai-nilai luhur bangsa yang berupa sikap gotong royong dan keramahtamahan. Kedua nilai tersebut melekat kuat pada identitas Indonesia dan menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dimata negara-negara lain di dunia.

Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:
Integrasi Sosial
Diferensiasi Sosial
ilustrasi nilai sosial

Sumber gambar: leahmether.com

Nilai sosial merupakan hasil kesepakatan bersama yang telah diakui dan dipatuhi bersama oleh suatu kelompok masyarakat. Meskipun nilai sosial tidak tertulis dan cederung dianggap implisit / abstrak namun nilai bersifat mengikat individu. Seiring berjalannya waktu, suatu nilai dapat bergeser, berubah, diperbaharui serta ditinggalkan. Sebagai contoh, nilai gotong royong semakin ditinggalkan oleh masyarakat yang berada di wilayah perkotaan karena adanya budaya individualistik. Hal tersebut  berbeda dengan yang terjadi pada masyarakat perdesaan dimana nilai gotong royong masih dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai sosial sebagai suatu pedoman hidup bermasyarakat selalu ada disetiap masyarakat dan dipraktekkan secara turun menurun antar generasi. Nilai sosial menjadi salah satu elemen pembentuk sistem sosial masyarakat. Apa jadinya suatu masyarakat tanpa adanya nilai-nilai sosial? Jawabannya, sudah pasti akan tercipta ketidakteraturan sosial dimana masing-masing individu akan bertindak sesuai keinginannya sendiri.  Jika nilai-nilai sosial pada masyarakat menghilang, maka perilaku menyimpang akan marak terjadi dan konflik sosial tidak dapat terhindarkan.

Ciri-ciri Nilai Sosial

Berikut ini merupakan beberapa ciri dari nilai sosial, yaitu sebagai berikut:

  • Nilai tercipta secara sosial, dalam artian bahwa nilai merupakan hasil kesepakatan bersama suatu masyarakat guna memenuhi kebutuhan manusia dan mencapai tujuan tertentu;
  • Nilai memiliki cakupan yang luas, meliputi cara berperilaku, adat/kebiasaan, serta kebudayaan;
  • Nilai sosial diwariskan secara turun menurun atau lintas generasi melalui interaksi sosial pada rentang waktu yang relatif lama;
  • Nilai sosial tidak statis, dalam artian seiring berjalannya waktu nilai dapat bergeser, berubah, diperbaharui serta ditinggalkan.
  • Nilai sosial bervariatif antar masyarakat karena adanya perbedaan sistem kebudayaan;
  • Nilai sosial bersifat mengikat individu/kelompok dalam suatu masyarakat.

Fungsi Nilai Sosial

Terdapat tiga fungsi utama nilai sosial dalam suatu masyarakat, yaitu sebagai berikut:

1. Sebagai Pedoman Berperilaku

Nilai sosial memuat bagaimana cara individu bertindak dalam kehidupannya sehari-hari sehingga ia dapat diterima sebagai anggota masyarakat. Nilai sebagai suatu pedoman artinya nilai memiliki fungsi sebagai sumber acuan dan pegangan hidup individu dalam berfikir, bertindak serta bertingkah laku.

2. Sebagai Kontrol Sosial

Nilai sosial terbentuk atas dasar kesepakatan bersama oleh karena itu nilai bersifat mengikat individu/kelompok dalam suatu masyarakat. Nilai berfungsi dalam memberikan batasan terkait hal-hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan serta mempertegas perilaku yang dianggap baik dan buruk. Individu yang tindakannya dicap

3. Sebagai Pelindung Sosial

Nilai sosial diwariskan lintas generasi dalam waktu yang relatif lama bukanlah tanpa alasan. Nilai membawa visi yang lebih luas, yaitu mendorong terciptanya keteraturan sosial dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Nilai memiliki fungsi sebagai pelindung sosial yang meminimalisir terjadinya bentuk-bentuk penyimpangan sosial dan memberikan perasaan aman bagi individu/kelompok dalam suatu masyarakat.

Macam-Macam Nilai Sosial beserta Contohnya

Macam-macam Nilai Sosial Berdasarkan Sumber

  • Nilai Ekstrinsik
    Merupakan nilai yang fungsi dan peranannya bersumber dari masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, nilai merupakan suatu hal yang melibatkan unsur eksternal. Sebagai contoh, nilai menghargai perbedaan antar sesama individu yang diwariskan oleh para pendiri bangsa Indonesia.
  • Nilai Intrinsik
    Merupakan nilai yang fungsi dan peranannya bersumber dari harkat dan martabat manusia. Dengan kata lain, nilai merupakan suatu hal yang melibatkan unsur internal. Sumber nilai intrinsik berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) yang memuat nilai-nilai mendasar yang dibutuhkan seorang individu. Sebagai contoh, nilai kebebasan berbicara, nilai ini berasal dari harkat dan martabat seorang individu sebagai bagian dari anggota masyarakat yang memiliki hak untuk dipenuhi kebutuhannya oleh negara dalam konteks demokrasi.

Macam-macam Nilai Sosial Berdasarkan Jenis

  • Nilai Material
    Merupakan segala sesuatu yang kegunaannya dapat dirasakan secara jasmani (unsur fisik). Sebagai contoh, pasir dapat dimaanfaatkan untuk membangun rumah, oleh karena itu pasir dapat dikatakan memiliki nilai material.
  • Nilai Vital
    Merupakan segala sesuatu yang berguna dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari-sehari. Sebagai contoh, jaket pada musim hujan berguna untuk menghangatkan tubuh, namun pada musim kemarau nilai kegunaan jaket menjadi berkurang karena tidak ada satupun orang yang menggunakan jaket. Jaket berdasarkan kegunaannya dapat dikatakan memiliki nilai vital.
  • Nilai Rohani
    Merupakan segala sesuatu yang kegunaannya dapat dirasakan secara batin/rohaniah. Nilai rohani mencakup nilai religius, moral/kebaikan, keindahan/estetika, dan kebenaran. Sebagai contoh, tiap-tiap individu bebas mempraktekan agama yang mereka anggap benar serta dapat membawa ketentraman kedalam hati mereka. Dalam hal ini kebebasan dalam beragama adalah bagian dari nilai rohani.

Artikel: Nilai Sosial
Kontributor: Sabrina Burhanudin, S.Sos.
Alumni Sosiologi FISIP UI

Materi Sosiologi lainnya di StudioBelajar.com: