masa keruntuhan kerajaan majapahit terjadi setelah wafatnya?

Keruntuhan kerajaan Majapahit terjadi setelah wafatnya Raja terakhir, yaitu Raja Kertawijaya pada tahun 1527. Setelah kepemimpinan Raja Kertawijaya, kerajaan Majapahit mengalami berbagai masalah internal dan eksternal yang akhirnya menyebabkan keruntuhan kerajaan tersebut.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan keruntuhan kerajaan Majapahit adalah serbuan pasukan Demak yang dipimpin oleh Fatahillah. Serbuan tersebut terjadi pada tahun 1527 dan berhasil merebut ibu kota Majapahit, yaitu Trowulan. Penaklukan ini sangat signifikan karena memaksa raja-raja di bawah kekuasaan Majapahit untuk menyerah dan mengakui kekuasaan Demak.

Selain itu, konflik internal di dalam kerajaan Majapahit juga menjadi pemicu keruntuhan kerajaan. Perebutan kekuasaan di antara bangsawan-bangsawan dan kelemahan pemerintahan yang korup menyebabkan keruntuhan kerajaan tersebut. Kondisi ekonomi yang memburuk juga turut serta mempercepat proses keruntuhan Majapahit.

Setelah keruntuhan kerajaan Majapahit, kekuasaan Jawa beralih ke tangan Demak dan kemudian Kesultanan Mataram dengan pendirian Kesultanan Demak pada tahun 1475 dan Kesultanan Mataram pada abad ke-16. Meskipun kerajaan Majapahit telah runtuh, namun pengaruhnya tetap terasa dalam sejarah nusantara.

Secara keseluruhan, keruntuhan kerajaan Majapahit terjadi setelah wafatnya Raja terakhir akibat kombinasi dari serangan pasukan Demak, konflik internal, dan kondisi ekonomi yang memburuk. Meskipun demikian, legenda dan warisan budaya Majapahit tetap hidup dan menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia hingga saat ini.