Pengangguran Friksional Adalah & Contohnya dalam Kehidupan
Pengangguran Friksional Adalah – Pernah gak sih, kamu atau teman kamu ngalamin masa-masa nganggur sementara pas baru resign atau lulus kuliah? Tenang, itu bukan karena dunia ini kejam atau job market lagi kacau, tapi bisa jadi kamu sedang mengalami pengangguran friksional. Istilah ini sering dipakai di dunia ekonomi buat ngejelasin kenapa ada orang yang nganggur meskipun sebenarnya lowongan kerja itu ada. Nah, biar makin paham, kita bahas lebih dalam yuk!
Pengangguran Friksional Adalah
Secara sederhana, pengangguran friksional adalah kondisi ketika seseorang menganggur sementara waktu karena sedang dalam proses mencari pekerjaan yang lebih cocok. Jadi, bukan karena gak ada pekerjaan, tapi lebih ke masa transisi. Biasanya ini terjadi karena orang baru lulus, pindah kerja, atau resign untuk cari pekerjaan yang lebih sesuai dengan passion dan skill mereka.
Gampangnya, kalau kamu baru lulus terus butuh waktu buat cari kerja yang pas, atau resign terus belum dapet kerjaan baru, nah itu masuk kategori pengangguran friksional.
Baca Juga : Kebutuhan Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Penyebab Pengangguran Friksional
Biar lebih kebayang kenapa pengangguran friksional bisa terjadi, ini dia beberapa penyebabnya:
- Baru Lulus Sekolah atau Kuliah Setelah lulus, pasti butuh waktu buat cari kerja yang sesuai. Nah, selama proses ini, kamu bisa dikategorikan sebagai pengangguran friksional.
- Resign dari Pekerjaan Lama Kadang, orang resign karena gak cocok sama kerjaannya atau mau cari pengalaman baru. Tapi kan, gak langsung dapet kerjaan baru dalam semalam, ya? Makanya, selama masa tunggu ini, dia masuk kategori pengangguran friksional.
- Pindah Kota atau Negara Buat yang pindah kota atau negara, butuh waktu buat adaptasi dan cari kerja yang cocok. Selama proses itu berlangsung, mereka termasuk dalam pengangguran friksional.
- Perubahan Minat atau Karier Ada juga yang memutuskan buat banting setir, misalnya dari kerja kantoran terus pengen jadi freelancer atau pengusaha. Dalam masa transisi ini, mereka juga termasuk pengangguran friksional.
Contoh Pengangguran Friksional dalam Kehidupan Sehari-hari
Biar lebih jelas, ini beberapa contoh kasus yang sering banget terjadi:
- Budi baru lulus dari universitas dan lagi sibuk apply kerjaan ke berbagai perusahaan. Meskipun banyak lowongan kerja yang tersedia, Budi masih dalam proses memilih yang paling cocok.
- Sinta resign dari pekerjaannya di startup karena mau cari perusahaan yang lebih stabil. Dia lagi cari lowongan yang sesuai dengan skill dan harapannya, jadi sementara waktu masuk kategori pengangguran friksional.
- Dion baru pindah dari Bandung ke Jakarta karena keluarganya pindah. Dia lagi cari kerja yang sesuai dengan keahliannya di kota baru, dan selama masa pencarian itu, dia masuk dalam kategori ini.
- Rina, seorang digital marketer, memutuskan untuk belajar coding supaya bisa beralih ke karier sebagai web developer. Selama masa belajar dan belum dapat kerjaan baru, dia juga bisa dikategorikan sebagai pengangguran friksional.
Bedanya Pengangguran Friksional dengan Jenis Pengangguran Lain
Biar gak salah paham, yuk kita bandingin pengangguran friksional dengan jenis pengangguran lainnya:
- Pengangguran Struktural → Terjadi karena perubahan besar di industri, misalnya ada teknologi baru yang bikin pekerjaan lama jadi kurang dibutuhkan.
- Pengangguran Siklikal → Terjadi karena kondisi ekonomi yang lagi buruk, misalnya banyak PHK akibat resesi.
- Pengangguran Musiman → Terjadi karena pekerjaan yang bergantung pada musim tertentu, misalnya petani atau pekerja di industri pariwisata.
Nah, bedanya dengan tiga jenis pengangguran di atas, pengangguran friksional itu sifatnya sementara dan terjadi secara alami dalam dunia kerja.
Baca Juga : Contoh Wilayah Formal: Pengertian dan Mengapa Penting?
Cara Mengatasi Pengangguran Friksional
Kalau kamu lagi ngalamin pengangguran friksional, gak usah panik! Ini beberapa cara buat mempercepat proses dapet kerjaan baru:
- Perbanyak Networking – Kenalan sama orang-orang di industri yang kamu minati bisa memperbesar peluang dapet kerjaan lebih cepat.
- Asah Skill Baru – Kadang, kamu butuh tambahan skill biar lebih stand out di mata recruiter.
- Buat CV & LinkedIn yang Menarik – Jangan cuma isi seadanya, tapi tunjukin pengalaman dan skill lo dengan cara yang menarik.
- Gunakan Platform Pencarian Kerja – Website kayak LinkedIn, Jobstreet, atau Glints bisa bantu kamu dapetin kesempatan kerja yang lebih luas.
- Ikut Magang atau Freelance – Sambil nunggu kerjaan tetap, coba deh kerja freelance atau magang biar pengalaman kamu makin kuat.
Kesimpulan
Pengangguran friksional itu adalah kondisi wajar yang terjadi ketika seseorang dalam masa transisi mencari pekerjaan yang lebih cocok. Biasanya, ini dialami oleh fresh graduate, orang yang pindah kerja, atau mereka yang lagi pengen switch karier. Berbeda dengan pengangguran struktural atau siklikal, pengangguran friksional sifatnya sementara dan bisa diatasi dengan strategi yang tepat.
Kalau kamu masih bingung dan butuh panduan belajar lebih lanjut tentang ekonomi atau topik lain, cobain deh belajar lewat Aplikasi Belajar dari StudioBelajar. Di sana ada materi lengkap dan mudah dipahami buat ngebantu kamu memahami konsep ekonomi dengan cara yang seru. Yuk, download sekarang dan mulai belajar dengan lebih asyik!
